Lombok Timur - Radarselaparang.com || Ramainya kasus yang menyeret salah satu pondok pesantren di Lombok Tengah mendapatkan tanggapan dari Wakil Rektor I IAIH NWDI Pancor, Dr. H. Abdul Hayyi Akrom.
Wakil Rektor I IAIH NWDI Pancor, Dr. H. Abdul Hayyi Akrom.
Ia meminta publik bersikap arif dan tidak menghakimi institusi pesantren hanya karena ulah oknum.
Menurutnya, pondok pesantren telah eksis jauh sebelum Indonesia merdeka. Aktor pendirinya adalah para ulama dan tokoh agama. Sejarah panjang itu menjadi bukti kontribusi pesantren terhadap bangsa tidak bisa dibantah.
"Banyak pahlawan besar dan pejuang kemerdekaan lahir dari pondok pesantren, baik sebagai kiai maupun santri dan santriwati. Sumbangsihnya sangat besar," ujarnya. Rabu (23/9/2026)
Pesantren, kata Hayyi, telah memberikan literasi keagamaan yang lengkap dan panjang bagi umat. Karena itu tanggung jawab semua pihak, khususnya umat Islam, untuk memberikan yang terbaik bagi kemajuan pesantren sesuai kemampuan masing-masing.
Terkait kasus hukum yang terjadi di salah satu pesantren, ia menegaskan oknum yang melanggar hukum harus ditindak tegas dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum.
Namun, ia mengingatkan agar penghakiman tidak diarahkan kepada lembaga pesantren secara keseluruhan. Oknum yang bersangkutan memang harus ditindak secara hukum. Tetapi tidak boleh memberikan penghakiman terhadap pondok pesantren.
"Secara kelembagaan, pesantren telah memberikan sumbangan sangat besar bagi kehidupan umat," tegasnya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan pendidikan agama di pesantren justru harus terus diperkuat dan didorong maju. Sebab di dalamnya ada ribuan generasi penerus bangsa yang menggantungkan cita-cita dan harapan masa depan.
Hayyi berharap publik bisa lebih komprehensif melihat fenomena yang terjadi di pesantren. Baginya, pesantren adalah kekhasan dan keistimewaan pendidikan Islam di Indonesia yang jumlahnya ribuan.
"Mudah-mudahan pondok pesantren kita semakin maju, semakin berkembang, bahkan mampu menjadi kiblat pendidikan Islam dari seluruh dunia," tutupnya. (RS)

