![]() |
| Jaya Ikhlas, Calon Kepala Desa Belanting Priode 2027-2033. |
Deklarasi dilakukan secara sederhana di hadapan tim pemenangan dan masyarakat pendukung, namun sarat pesan kebersamaan.
Ketua relawan, Ahmad Zaendi, mengatakan deklarasi ini menjadi penanda awal perjuangan.
"Deklarasi hari ini adalah awal dari sebuah perjalanan. Perjalanan yang harus ditempuh dengan kejujuran, keterbukaan, kerja nyata, dan keberanian untuk mendahulukan kepentingan masyarakat," ujar Zaendi.
Menurutnya, membangun desa tidak bisa dilakukan sendirian. Dibutuhkan kekompakan antara pemimpin dan rakyat. Desa yang kuat tidak lahir dari satu orang. Desa yang kuat lahir ketika rakyat dan pemimpinnya mau berjalan dalam satu arah.
"Hari ini kita mendeklarasikan sebuah niat. Besok, masyarakatlah yang menentukan arah," tegasnya.
Sementara itu, Calon Kepala Desa Belanting, Jaya Ikhlas menyampaikan pandangannya tentang arti memimpin desa. Baginya, ini bukan soal siapa paling hebat atau paling banyak bicara.
"Hari ini, sebuah niat diikrarkan. Bukan tentang siapa yang paling hebat, bukan pula tentang siapa yang paling banyak bicara. Tetapi tentang keberanian untuk berdiri, mendengar, dan berjalan bersama masyarakat," katanya.
Ia menekankan desa bukan hanya bangunan fisik. Lebih dari itu, desa adalah rumah bersama. "Desa bukan hanya tentang jalan, gedung, dan pembangunan fisik. Desa adalah rumah. Di dalamnya ada petani yang menanam harapan, anak-anak yang menggantungkan masa depan, para pemuda yang mencari ruang untuk berkarya, serta orang tua yang menjaga nilai dan sejarah desa," ungkap Jaya Ikhlas.
Karena itu, ia memandang jabatan kepala desa sebagai amanah yang berat. Ia menyatakan kesiapan bertarung di Pilkades Belanting pada Januari 2027 mendatang dengan penegasan bahwa menjadi kepala desa bukan sekadar sebuah jabatan. Ia adalah amanah untuk menjaga rumah bersama.
"Dari desa, untuk desa. Dengan hati yang tulus, dengan langkah yang nyata, dan dengan amanah yang harus dipertanggungjawabkan," pungkasnya. (RS/acip)


