Daftar Isi [Tampil]

Kapolres Lombok Timur, AKBP Ariakta Gagah Nugraha, S.IK., MH.
LOMBOK TIMUR - radarselaparang.com || Kapal tongkang bermuatan batu bara terbakar saat sandar di Dermaga PT. Lombok Energy Dynamics (LED), Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Jumat malam (4/9/2026). Api baru berhasil dipadamkan setelah petugas melakukan pendinginan selama beberapa jam dan hingga saat ini masih dilakukan proses pendinginan.

Kapolres Lombok Timur, AKBP Ariakta Gagah Nugraha, S.IK., MH., mengatakan seluruh awak kapal selamat dalam peristiwa tersebut. Penanganan dilakukan secara maksimal oleh tim gabungan. Seluruh awak kapalnya sehingga bisa segera ditangani dengan maksimal. 

"Kemarin kurang lebih dalam waktu beberapa jam memang kita harus melakukan pendinginan," ujar Kapolres. Sabtu (6/9/2026).

Berdasarkan informasi awal, kapal tersebut mengangkut sekitar 10 ribu ton batu bara. Muatan itu dikapalkan dari Samarinda menuju Pulau Lombok.

Kapolres menduga kebakaran dipicu cuaca panas ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir. Ini merupakan fenomena yang luar biasa karena ini juga biasa terjadi karena cuaca yang ekstrem panas. 

"Sehingga batu bara tersebut akhirnya panas dan menimbulkan kebakaran," jelasnya.

Saat ini proses pemadaman telah selesai dan lokasi masih dalam proses pendinginan oleh PT. LED bersama petugas terkait. Pihak kepolisian bersama perusahaan akan melakukan identifikasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.

"Insyaallah kita segera tindaklanjuti apa yang menjadi penyebabnya. Semoga bukan karena kelalaian manusia tapi karena faktor cuaca. Ini bisa menjadi pelajaran bagi yang lain untuk sama-sama kita mengantisipasi bagaimana supaya tidak terjadi hal yang serupa," kata AKBP Ariakta.

Ia menambahkan, langkah pencegahan perlu dilakukan agar peristiwa serupa tidak terulang. Apalagi distribusi batu bara ke Lombok Timur cukup padat dan bersandar di wilayah pesisir yang rawan panas.

"Selanjutnya untuk kita bisa melakukan identifikasi atas permasalahan yang terjadi, penyebabnya seperti apa supaya bisa segera kita tindaklanjuti dan lakukan pencegahan agar tidak terjadi kembali," tutupnya. (RS/Toni)