Daftar Isi [Tampil]

Ketua Baznas Lotim, H. Muhammad Kamli saat menyerahkan bantuan pada pengurus masjid Gili Beleq.
LOMBOK TIMUR - Radarselaparang.com || Untuk sampai ke Gili Beleq, Desa Pare Mas, Kecamatan Jerowaru, harus menyeberang laut. Jarak jauh, akses terbatas. Tapi itu tidak menyurutkan langkah Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Lombok Timur.

Ketua Baznas Lotim, H. Muhammad Kamli bersama jajaran “menyeberangi lautan” menuju pulau kecil itu. Tujuannya satu. Memastikan zakat, infak dan sedekah masyarakat benar-benar sampai, sekaligus mengajak warga gemar berzakat.

Kegiatan ini dikemas bersama peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dan penyerahan santunan untuk anak yatim, fakir miskin serta kaum dhuafa di Gili Beleq. Warga sudah menunggu sejak pagi. Begitu perahu Baznas merapat, sambutan hangat dan suka cita pecah.

Di tengah keterbatasan, semangat warga justru luar biasa. Mereka berkumpul, bersilaturahmi, dan mengikuti rangkaian Maulid dengan khusyuk. 

Melihat itu, Ketua Baznas Lotim tak kuasa menahan haru. Diceritakan dirinya bersama rombongan menyeberangi lautan bukan karena dekatnya jarak, tetapi karena besarnya cinta dan kepedulian kepada saudara-saudara kita yang ada di Gili Beleq. 

"Ketika melihat masyarakat berkumpul, anak-anak yatim tersenyum dan masyarakat menyambut kami dengan penuh kehangatan, jujur hati saya sangat tersentuh. Ada rasa haru, tetapi juga ada kebahagiaan yang luar biasa," katanya dengan suara bergetar. Selasa (8/9/2026).

Ia menegaskan keberadaan Baznas harus dirasakan semua lapisan. Bukan hanya di kota atau wilayah mudah dijangkau. Masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil juga punya hak yang sama atas dana zakat yang dititipkan umat.

Momentum Maulid dimanfaatkan untuk mengajak warga Desa Pare Mas khususnya Gili Beleq meningkatkan kesadaran zakat. 

"Mari kita tunaikan zakat melalui Baznas Lombok Timur. InsyaAllah amanah dan tepat sasaran. Zakat yang kita keluarkan mungkin terlihat kecil bagi kita, tetapi bagi saudara kita yang membutuhkan, nilainya bisa sangat besar dan berarti untuk kehidupan mereka," ajaknya.

Ketua Baznas juga mengingatkan agar kecintaan kepada Rasulullah SAW dibuktikan lewat aksi nyata. Berbagi, menyantuni anak yatim, memperhatikan kaum dhuafa, dan peduli sesama.

Pada kesempatan itu Baznas Lotim menyerahkan santunan kepada sejumlah anak yatim, fakir miskin dan kaum dhuafa. Dana itu merupakan amanah dari masyarakat Lombok Timur yang kini kembali kepada yang berhak.

Camat Jerowaru mengapresiasi langkah Baznas yang hadir langsung. Ini merupakan sesuatu yang sangat berarti bagi masyarakat kami. Untuk pertama kalinya pimpinan Baznas Lotim hadir langsung ke Gili Beleq. 

"Kehadiran ini membawa harapan baru dan menunjukkan bahwa masyarakat di pulau juga menjadi bagian penting dari pembangunan dan kepedulian sosial di Lombok Timur," ujarnya.

Kegiatan turut dikawal Camat Jerowaru, Polmas Desa Pare Mas dan Babinsa. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pelayanan sosial harus sampai ke wilayah terluar.

Acara ditutup dengan tausiyah Maulid, doa bersama dan ramah tamah. Senyum para penerima santunan menjadi penutup paling indah.

Melalui program “Sebrangi Lautan”, Baznas ingin menumbuhkan gerakan zakat yang hidup di tengah masyarakat. Zakat bukan hanya kewajiban, tapi jembatan kasih antar sesama.

"Kami ingin tidak ada satu pun saudara kita yang merasa terlupakan. Sebab zakat adalah amanah, dan amanah itu harus sampai kepada mereka yang berhak menerimanya," pungkas Ketua Baznas Lotim. (RS)