LOMBOK TIMUR - radarselaparang.com || Peringatan Hari Tani Nasional ke-66 di Kabupaten Lombok Timur tidak hanya diisi dengan seremoni. Momentum ini dimanfaatkan petani untuk menyuarakan kebutuhan nyata di lapangan. Kamis (24/9/2026).
Mewakili Bupati Lombok Timur Asisten III Lombok Timur, Khusnul Basyru di Peringatan Hari Tani Nasional ke 66 di Desa Senanggalih, Kecamatan Sambelia.
Pengurus Kecamatan Serikat Tani Nelayan (PK-STN) Lombok Timur yang dikomandoi Tamrin, secara resmi menitipkan lima program pembangunan prioritas untuk Desa Senanggalih, Kecamatan Sambelia. Program tersebut dinilai mendesak untuk memperkuat infrastruktur pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Tamrin menegaskan, Hari Tani bukan sekadar mengenang perjuangan pahlawan tani, tetapi menjadi ruang untuk menyampaikan aspirasi.
"Hari Tani Nasional bukan sekadar momentum peringatan atau mengenang perjuangan pahlawan tani kita, tetapi menjadi ruang untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan nyata kaum tani," ujar Tamrin.
Adapun lima usulan yang dititipkan PK-STN Lombok Timur untuk Desa Senanggalih meliputi pembangunan jalan usaha tani untuk memudahkan akses dan memperlancar pengangkutan hasil pertanian, pembangunan bronjongan atau penanganan sungai untuk melindungi lahan pertanian dan permukiman dari ancaman erosi dan kerusakan akibat arus sungai.
Selanjutnya pembangunan jembatan penyeberangan untuk membuka akses dan memperlancar aktivitas masyarakat menuju lahan pertanian, pembangunan dan peningkatan irigasi tersier untuk memastikan ketersediaan air dan mendukung peningkatan produktivitas, serta perluasan areal tampung embung rakyat yang selama ini menjadi kendala produktivitas petani di Desa Senanggalih.
Menurut Tamrin, tanah, modal, teknologi, dan infrastruktur adalah empat pilar penting untuk mewujudkan kesejahteraan petani. Tanpa infrastruktur yang memadai, produktivitas akan tetap terhambat meski petani bekerja keras.Hari Tani Nasional ke-66 ini, bagi petani Senanggalih, menjadi momentum untuk menegaskan satu hal, pembangunan harus dimulai dari desa, harus memperkuat pertanian, dan harus benar-benar menyentuh kebutuhan petani.
"Bersama petani, memperjuangkan tanah, modal, teknologi untuk kesejahteraan petani," pungkas Tamrin dalam pernyataan sikapnya.
Usulan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Tani Nasional ke-66 yang digelar di Desa Senanggalih. Hadir mewakili Bupati Lombok Timur, Asisten III Setda Lombok Timur Khusnul Basri.
Dalam sambutannya, Khusnul Basri menyampaikan salam dari Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin yang berhalangan hadir karena mengikuti kegiatan Rakornas bersama Bank Indonesia di Jakarta.
Khusnul menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menindaklanjuti aspirasi petani.
"Usulan ini akan kami rangkum dan kami sampaikan kepada pak bupati," tegas Khusnul di hadapan petani. (RS/acip)


