Lombok Timur - radarselaparang.com || Lapangan Tugu Selong dipadati ribuan warga mulai dari pejabat, pelajar hingga masyarakat umum hadir mengikuti Tablig Akbar dan Tausyiah Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Lombok Timur ke-131. Senin (31/8/2026). 
Bupati Lombok, H. Haerul Warisin saat menyampaikan arahannya dihadapan ribuan warga yang hadir di penutupan HUT RI ke 81 dan HUT Lombok Timur ke 131.
Acara berlangsung khidmat dengan menghadirkan penceramah utama Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi, MA. Mantan Gubernur NTB dua periode itu dalam tausyiahnya menekankan pentingnya menjaga keharmonisan, menempatkan persaudaraan di atas kepentingan pribadi, serta mengutamakan persatuan di tengah perbedaan.
Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menyampaikan peringatan tahun ini bukan sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, momentum ini menjadi refleksi perjalanan panjang Lombok Timur yang dibentuk sejak masa kolonial Hindia Belanda pada 31 Agustus 1895.
"Perbedaan masa dan cara melayani adalah dinamika. Namun tujuannya tetap satu, yaitu memajukan Lombok Timur. Mari kita satukan hati dalam satu kalimat: Lombok Timur adalah rumah kita bersama," ujar Haerul Warisin.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para bupati terdahulu atas pondasi pembangunan yang telah diletakkan. Bupati mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan masyarakat yang bersinergi menyukseskan acara meski tanpa alokasi anggaran khusus dari APBD.
Ketua Panitia Penyelenggara sekaligus Sekda Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik menjelaskan penetapan hari jadi merujuk pada Perda Nomor 1 Tahun 2013. Sesuai arahan Bupati, perayaan tahun ini dikonsep secara efisien dan mandiri melalui kolaborasi antar instansi serta dukungan donatur.
Rangkaian HUT ke-131 Lombok Timur ditutup dengan sejumlah aksi sosial dan hiburan rakyat.Pertama, aksi kemanusiaan berupa penyerahan donasi dari ASN, guru, dan tenaga kesehatan Lombok Timur sebesar Rp480 juta untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.
Kedua, pemberdayaan ekonomi melalui bazar UMKM dan panggung hiburan rakyat yang berlangsung pada 30–31 Agustus.
Ketiga, ruang aspirasi berupa dialog interaktif antara pemerintah daerah dengan perwakilan kader posyandu, kepala desa, dan pelaku pariwisata.
Terakhir, pesta rakyat dengan penyediaan makan malam gratis untuk 10.000 warga yang telah memiliki kupon.
Semarak peringatan tahun ini menjadi bukti kebersamaan warga Lombok Timur dalam merayakan hari jadinya secara sederhana namun tetap sarat makna. (RS/Toni)


