Lombok Timur - radarselaparang.com || Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin melayangkan warning keras terkait bahaya ruang digital. Ia menegaskan teknologi yang mestinya membawa keuntungan justru bisa menjadi bumerang jika literasi masyarakat rendah.
Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin saat membuka Lombok Timur Cyber Security Seminar 2026.
Peringatan itu disampaikan Bupati saat membuka Lombok Timur Cyber Security Seminar 2026 di Pendopo Bupati, Rabu (7/10/2026). Seminar bertema Membangun Kepercayaan Digital melalui Budaya Keamanan Siber tersebut diikuti mahasiswa informatika se-Lombok Timur.
Bupati menyoroti maraknya judi online yang sudah merambah ke berbagai lapisan masyarakat Lombok Timur. Selain judi online, modus penipuan digital seperti jual beli online fiktif dan penyebaran file APK palsu juga marak dilaporkan ke OJK NTB.
"Ruang digital kini sudah menjadi kebutuhan di semua sektor, mulai dari pemerintahan, pendidikan, ekonomi hingga kehidupan bermasyarakat. Tapi akses yang terbuka tanpa pemahaman bisa menimbulkan dampak negatif," ujar Bupati.
Ia bahkan menanggapi proyeksi Bank Indonesia yang memprediksi potensi kerugian nasional akibat serangan siber mencapai Rp 111 triliun pada 2026. Menurutnya, keamanan siber bukan hanya urusan pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama.
Bupati mendorong mahasiswa menjadi agen perubahan dan agen digitalisasi, terutama saat Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk mendampingi masyarakat yang masih gagap teknologi.
"Pemahaman yang diperoleh dari seminar ini harus ditularkan di kampus, keluarga, dan masyarakat tempat KKN," pesannya.
Senada, Kepala Dinas Kominfotik NTB Ahsanul Khaliq menekankan pentingnya etika dan pemahaman dalam berinteraksi di ruang digital. Teknologi tidak akan mempermudah hidup jika tidak dipahami dengan baik.
Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah percaya pada pesan masuk, tidak sembarangan memberikan data pribadi, dan tidak asal klik tautan berbahaya yang bisa mencuri data.
Ahsanul juga meminta Diskominfo Lombok Timur lebih aktif melindungi masyarakat dari ancaman judi online dan kejahatan siber lainnya.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Lombok Timur H. Fauzan berharap seminar ini memberi manfaat nyata dan wawasan yang bisa disebarluaskan mahasiswa. Menurutnya, tantangan teknologi tidak bisa dihadapi instan, butuh infrastruktur keamanan sistem dan SDM yang melek keamanan informasi.
Seminar ini membahas tuntas isu keamanan siber, perlindungan data pribadi, identitas digital, hingga keamanan teknologi AI. Turut hadir Kabid Persandian, jajaran Diskominfo, serta Satgas Wilayah Densus 88.

