LOMBOK TIMUR - radarselaparang.com || Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin tak main-main urusan kemiskinan ekstrem. Dari podium Rupatama 1 Kantor Bupati, Ia mengumumkan bantuan modal usaha Rp 5 juta per kepala keluarga untuk warga paling miskin. Kamis (1/10/2026).
Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin di hadapan peserta Workshop Penguatan PPSE
Angkanya tak kecil. Saat ini tercatat 15.834 KK masuk kategori miskin ekstrem di Lombok Timur. Mereka akan disentuh program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) dengan target 10.000 KK per tahun.
"Ini sangat bagus, tapi ingat, jangan dipakai bayar utang dan konsumtif. Uang 5 juta ini harus jadi modal usaha," tegas Bupati di hadapan peserta Workshop Penguatan PPSE.
Workshop tersebut digelar Dinas Sosial untuk menyatukan visi pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. Pola yang dipakai pun bukan pola lama bagi-bagi sembako. Pemkab menggandeng BRAC International, NGO yang sudah terbukti mengentaskan kemiskinan di 50 negara sejak tahun 2000-an.
Pola graduasi yang ditawarkan BRAC dinilai jitu, diberi modal, dilatih keterampilan, diajari kelola keuangan, didampingi intensif, hingga dibukakan akses ke layanan keuangan.
"Atas nama Pemerintah Lombok Timur, saya berterima kasih kepada Dinas Sosial dan BRAC atas tujuan mulia mewujudkan kesejahteraan masyarakat," ujar Bupati.
Bupati juga menyinggung soal data. Menurutnya, pendataan Perlinsos yang baru dilakukan menjadi kunci agar bantuan tidak salah sasaran. Jika ada desil yang tidak sesuai, warga bisa melakukan sanggah.
"Dengan data akurat, kita bisa beri bantuan tepat sesuai klasternya," katanya.
Agar program tak gagal di tengah jalan, Bupati bahkan merevisi usulan pendampingan. Jika Dinas Sosial mengusulkan satu pendamping untuk 50 orang, Bupati meminta satu pendamping hanya untuk 10 penerima. Tenaganya akan diambil dari PPPK paruh waktu dan dibiayai Pemda.
"Silakan sesuaikan, nanti kita biayai. Ini niat baik pemerintah, jangan disia-siakan," ujarnya.
Dari Kementerian Sosial, perwakilan Direktorat Pemberdayaan Sosial Masyarakat menegaskan PPSE adalah perubahan paradigma dari sekadar memberi bantuan menjadi membangun kemandirian melalui 3A, Ability, Asset, dan Access. Tujuannya jelas, membuat penerima PKH dan sembako naik kelas dan tidak lagi bergantung pada bantuan.
Kepala Dinas Sosial Lotim menambahkan, selama ini pihaknya sudah menyalurkan BPMT kepada 12.400 KK dan PKH kepada 72.000 KK. Kini dengan PPSE, ia berharap warga benar-benar mandiri.
BRAC International optimistis, tahun ini 1.700 KK di Lotim akan menjadi percontohan, dan tahun depan program ini akan diperluas menyentuh 400.000 KK di seluruh Indonesia.

