Daftar Isi [Tampil]


Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin saat menghadiri Bedah Buku Pandu Thohir Yasin Menolak Kekerasan di Pesantren, di Gedung Rektorat Ma'had Aly Thohir Yasin
Lombok Timur - radarselaparang.com
|| Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menegaskan pesantren bukan sekadar tempat menimba ilmu umum dan agama, tetapi juga tempat memahami isi Al-Qur'an, mempelajari adab, akhlak, kedisiplinan, serta moral sesuai tuntunan Islam.

Hal itu disampaikannya saat membuka Bedah Buku Pandu Thohir Yasin Menolak Kekerasan di Pesantren, di Gedung Rektorat Ma'had Aly Thohir Yasin. Senin (5/10/2026).

Bupati memuji langkah Ponpes Thohir Yasin yang berani menerbitkan buku mengenai isu sensitif tersebut. Menurutnya, sejauh ini belum ada pondok pesantren lain yang mengambil langkah serupa, sehingga ini menjadi bukti nyata komitmen pesantren dalam mencegah kekerasan seksual maupun fisik di lingkungan pesantren.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Warisin juga mengutip petikan Surah Al-Baqarah yang mengingatkan agar manusia tidak berbuat sesuka hati, karena Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Ia menjelaskan maknanya adalah sesama manusia harus saling menghargai.

"Tidak boleh ada perundungan, pelecehan, olok-olokan, perundungan verbal, maupun caci maki. Alhamdulillah hal-hal tersebut tidak terjadi di ponpes ini, sesuai dengan harapan para orang tua. Para orang tua mempercayakan anak-anak mereka ke pesantren dengan harapan mereka mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai hal-hal tersebut," ujar Bupati Warisin.

Bupati Warisin juga menyampaikan apresiasi kepada penulis buku, Joko Jumadi, yang dinilainya telah menularkan semangat positif melalui karyanya. Ia berharap kegiatan bedah buku serupa dapat dilaksanakan di pondok pesantren lainnya di Lombok Timur.

Lebih lanjut, Bupati Warisin menegaskan buku yang telah dicetak wajib dipelajari dan dipahami oleh para ustadz, guru, pemangku kepentingan, santri, hingga wali santri demi menjaga anak-anak mereka.

"Buku ini harus dibaca dan dipraktikkan secara nyata, bukan hanya dibaca judulnya lalu disimpan di rak," tegasnya.

Ia menambahkan, kapabilitas narasumber yang mengisi acara bedah buku tersebut sudah tidak diragukan lagi. Bahkan, begitu melihat selebaran acaranya, Bupati mengaku langsung memutuskan untuk hadir.

"Pemda Lotim sangat mengapresiasi dan menyambut baik acara ini. Saya berharap buku ini dapat dipraktikkan dan diresapi oleh semua pihak," tutupnya.

Acara bedah buku tersebut turut dihadiri Sekda, Ketua Yayasan, para Tuan Guru, jajaran pengurus Thohir Yasin, ustadz-ustadzah, perwakilan Kemenag, serta para santri. (RS)