LOMBOK TIMUR - radarselaparang.com || Tidak hanya di masjid, pesan damai Polres Lombok Timur juga menggema dari pura. Melalui program Minggu Kasih di Pura Jagad Dhita, polisi menyelipkan ajakan yang relevan dengan zaman media sosial. Ahad (25/10/2026)
Intinya satu, saring sebelum sharing.
Di tengah panasnya suhu politik menjelang Pilkades serentak, masyarakat diminta tidak asal klik dan asal sebar. Cek dulu, ricek lagi, final check. Pastikan sumbernya kredibel, jangan sampai jempol lebih cepat dari akal sehat.
Polres mengingatkan, hoaks bukan sekadar dosa sosial, tapi bisa berujung pidana. UU ITE Nomor 1 Tahun 2024 dan KUHP mengancam penyebar informasi bohong yang menimbulkan keresahan dan kebencian.
Namun polisi tidak datang dengan ancaman, melainkan dengan filosofi. Di pura itu, nilai luhur Hindu dihadirkan, Tat Twam Asi, aku adalah kamu, kamu adalah aku. Sebuah ajaran empati bahwa melukai orang lain sama dengan melukai diri sendiri.Ada pula Tri Kaya Parisudha, berpikir yang baik, berkata yang baik, berbuat yang baik. Dan Tri Hita Karana, menjaga harmoni manusia dengan sesama, dengan alam, dan dengan Tuhan.
Tiga ajaran itu dinilai menjadi penawar paling ampuh untuk mencegah perpecahan karena beda pilihan di Pilkades.
"Mari kita jaga Lombok Timur tetap aman dan damai. Berbeda pilihan bukan alasan untuk bermusuhan. Saring sebelum berbagi, pikirkan sebelum berkata, dan utamakan persaudaraan," ujar Kasihumas Polres Lotim, Iptu Lalu Rusmaladi.
Ia menegaskan, polisi tidak bisa menjaga kondusifitas sendirian. Butuh keterlibatan warga untuk saling mengingatkan dan tidak mudah terprovokasi.
Jika melihat gangguan kamtibmas, ia meminta warga tidak ragu menghubungi Call Center 110 yang gratis dan siaga 24 jam. (RS)



