![]() |
| Sholat istisqo di halaman kantor camat Sambelia. |
Camat Sambelia Mastur, S.Pd, M.Si mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama memohon kepada Allah SWT agar hujan yang membawa keberkahan segera turun.
"Jika alam sudah terasa kering, saatnya hati kita basah dengan doa dan taubat," kata Mastur.
Berdasarkan informasi BMKG, hujan diperkirakan belum turun dalam waktu dekat. Karena itu ia berharap kegiatan ini bisa menjadi kebiasaan tahunan saat Sambelia mengalami kekeringan.
Sholat Istisqa tersebut dihadiri KUA Sambelia, Kepala Desa Sambelia, para kepala sekolah, Kares Kehutanan, penyuluh perikanan dan pertanian, staf kantor camat, pendamping PKH, Dukcapil, para Pj Kades, tokoh agama, dan masyarakat luas.Khutbah disampaikan Ustaz Muh Azhar, Q.H, S.Pd.I. Ia menjelaskan makna rahmat Allah yang menurunkan 100 rahmat, satu untuk saling mengasihi di dunia dan 99 disiapkan untuk akhirat.
Dalam khutbahnya, Ustaz Azhar mengingatkan pentingnya bertakwa di mana saja berada. Kekeringan menjadi momen muhasabah untuk memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama, terutama bagi pemimpin yang harus memberi contoh.
Ia juga menekankan kunci dari segala kesulitan adalah istighfar, sebagaimana teladan Imam Hasan Al-Basri dan firman Allah dalam Surah Nuh ayat 10-12. Dengan istighfar, Allah akan menurunkan hujan, membukakan rezeki, mengaruniakan keturunan saleh, dan melimpahkan hasil pertanian.
"Jika penduduk negeri beriman dan bertakwa, niscaya Allah melimpahkan keberkahan dari langit dan bumi," tutupnya, seraya mengajak jamaah memperbanyak istighfar agar hujan segera menyejukkan tanah Sambelia. (RS/acip)



