![]() |
| Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi Pancor workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Literasi |
Workshop ini merupakan kerja sama IAI Hamzanwadi Pancor dengan Kelompok Kerja Guru dan Pengawas Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur. Sebanyak 48 guru dari 12 Madrasah Ibtidaiyah di Kecamatan Montong Gading ikut serta.
Kegiatan ini menjadi respons atas kebutuhan madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru. Dengan pendekatan andragogi dan pembelajaran partisipatif, Tim KBC Fakultas Tarbiyah berhasil membangkitkan semangat peserta untuk memahami dan mempraktikkan nilai-nilai cinta dalam proses pembelajaran.
Narasumber workshop, Dewi Rohiani, M.Pd menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta atau KBC merupakan hidden curriculum yang bisa diinsersi ke semua mata pelajaran.
"KBC mengeksplorasi lima nilai inti, yaitu cinta Allah dan Rasul, cinta ilmu, cinta diri, cinta sesama, dan cinta lingkungan serta cinta tanah air. Ini penjabaran dari ajaran rahmatan lil alamin yang harus menjadi kerangka pembelajaran di lembaga pendidikan Islam," jelasnya.
Antusiasme peserta terlihat tinggi selama workshop berlangsung. Ketua KKG MI Kecamatan Montong Gading, Muhajjirin, S.Pd.I mengapresiasi kegiatan ini.
"Ini akan menjadi panduan kami di lembaga masing-masing dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan membentuk karakter peserta didik dengan nilai cinta dan kasih sayang," ujarnya.
Workshop ini merupakan tahap kedua dari empat tahapan KBC, yakni persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan tindak lanjut tahap I dan II.
WR III IAI Hamzanwadi Pancor, Dr. Ahmad Muzayyin menekankan pentingnya kemitraan kampus dengan madrasah. Sementara Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Idawati, M.Pd menyebut KBC sebagai langkah strategis menghubungkan perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata masyarakat di bidang pendidikan. (RS)


