Lombok Timur - radarselaparang.com || Jika calon lain datang dengan ratusan pendukung, Najamudin justru tampil beda. Pada Rabu (21/10/2026) pukul 08.00 Wita, ia melangkah sederhana dan tertib ke sekretariat Pilkades Senanggalih hanya ditemani ketua relawan.
Najamudin Bakal calon Kades Senggalih saatmenyerahkan berkas pendaftaran
Cara sederhana itu mencuri perhatian. Najamudin tercatat sebagai pendaftar kedua, namun rekam jejaknya di desa tak bisa dipandang sebelah mata.
Warga mengenalnya sebagai pengabdi lama. Sejak 2008 hingga 2014 ia menjadi perangkat Desa Labuan Pandan sebelum mekar menjadi Desa Senanggalih. Ia juga pernah mengajar di MTs NW Sambelia dan hingga kini masih aktif sebagai pengurus musala serta pengajar TPQ Nurul Wathon sejak 2001.
Pengalaman 20 tahun mengabdi itulah yang menjadi amunisi utama.
"Sosok Najamudin cocok memimpin Senanggalih karena pengalamannya. Itu yang mendorong kami mendukung beliau," ungkap ketua tim relawan.
Najamudin sendiri tidak mengumbar janji muluk. Ia hanya membawa tiga prinsip kepemimpinan yang ia pegang teguh: Pengabdian untuk Kemajuan, Kesejahteraan untuk Keadilan, dan Kebersamaan yang Menguat.
Menurutnya, jabatan kepala desa bukan untuk dipuja.
"Kepemimpinan bukan untuk dipuja, melainkan untuk mengabdi, menyejahterakan, dan menyatukan seluruh warga demi kemajuan Desa Senanggalih yang lebih baik," tegasnya.
Berkas pendaftarannya dinyatakan lengkap setelah diperiksa panitia di hadapan BPD, pengawas kecamatan, Pol PP, Polmas, dan relawan. Bahkan dukungan KTP yang ia kumpulkan melebihi syarat minimal 10 persen dari total DPT 1.534 jiwa.
Langkah sederhana, namun penuh makna. Warga kini menanti apakah modal pengabdian panjang itu mampu mengantarkannya memimpin Senanggalih. (RS/acip)

