Daftar Isi [Tampil]

Penyerahan hadiah pemenang lomba sambut Hultah Madrasah NWDI ke 91 di Anjani 
Lombok Timur - radarselaparang.com || Malam puncak Hultah Madrasah NWDI ke-91 bertema "menjaga kemurnian dan merawat perjuangan Hamzanwadi untuk meneguhkan kedamaian negeri" berlangsung meriah di Lapangan Ummuna Hj Sitti Raehanun Zainuddin Abdul Majid, Komplek Ponpes Syaikh Zainuddin Anjani, Lombok Timur, Kamis malam (8/10/2026).

Malam apresiasi ini menjadi penutup seluruh rangkaian semarak Hultah. Koordinator seksi lomba, Hasanah Efendi, dalam laporannya menyebut panitia harus bekerja ekstra keras melayani sekitar 1.500 peserta hanya dalam waktu satu minggu.

"Peserta lomba ini cukup banyak sekali, kurang lebih sekitar 1.500 peserta yang kami lombakan yang diberikan waktu oleh panitia induk hanya satu minggu," ujar Hasanah.

Ia mengungkapkan tantangan penjurian yang padat, dalam satu hari bisa menggelar empat lomba sekaligus di lokasi berbeda, dari panggung utama hingga kolam, dengan personel minimalis. Bahkan jadwal lomba sempat tabrakan antara panggung festival dan panggung lainnya.

Untuk menjaga objektivitas, panitia menyerahkan sepenuhnya proses penjurian kepada lembaga profesional dan kompeten.

"Penjurian kami hampir semuanya kami lepas ke lembaga-lembaga profesional. Tidak ada satupun ikut campur panitia untuk menentukan juara-juara. Panitia hanya menerima hasil rekapannya," tegasnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama melayani peserta, serta apresiasi kepada para donatur dan sponsor, termasuk IM3 dan Baitul Musthofa Indonesia, serta Pemuda NW yang turut mendukung suksesnya acara.

Sementara itu, Ketua Baznas NTB Lalu Iqbal Murad yang didaulat menutup rangkaian lomba menyampaikan bahwa semarak lomba Hultah ke-91 merupakan bagian dari ihya, menghidupkan warisan tradisi yang dicontohkan pendiri NWDI.

"Semua jenis kegiatan semarak Hultah NWDI ke-91 ini merupakan bagian dari ihya untuk menghidupkan warisan tradisi yang sudah dicontohkan oleh pendiri," ujarnya.

Ia menekankan lomba atau musabaqah sejalan dengan syair-syair pendiri NWDI yakni Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid yang mendorong semangat berlomba dalam kebaikan. Peserta yang ikut, kata dia, sedang menyiapkan diri untuk tampil di panggung kehidupan.

Kepada peserta yang belum juara, ia memberi motivasi bahwa kalah dalam lomba adalah hal biasa, yang luar biasa adalah bangkit kembali.

"Orang yang biasa itu kalau lari jatuh biasa, namanya lomba kalah biasa. Tetapi yang luar biasa itu adalah orang berlari dia jatuh, kembali bangkit dan terus berlari," pesannya.

Di penghujung acara, penonton dan jamaah dihibur penampilan Eva Yolanda, jebolan Liga Dangdut Indonesia 2020, yang menutup malam apresiasi dengan kemeriahan. (RS/Toni)