![]() |
| Berkas Pendaftaran bakal calon kepala desa Dadap, Rohani dibawa menggunakan dulang tembolak beak |
Rohani datang diiringi ratusan relawan dari Dusun Kokok Rajak menuju sekretariat pilkades di Kantor Desa Dadap. Di barisan depan, dua relawan perempuan terlihat menjunjung dulang tembolak beak, sementara seorang relawan laki-laki paruh baya membawa lekok buak. Dentuman lagu kampanye mengiringi langkah mereka.
Saat tiba di kantor desa, dua dulang tersebut langsung diserahkan kepada panitia pilkades. Panitia yang diketuai Juhairi sempat mengira dulang berisi pesajik adat, namun setelah dibuka ternyata berisi lengkap berkas pendaftaran bakal calon.
Sontak suasana menjadi cair. Panitia, Pj Kades Dadap Agus Rusli, Bhabinkamtibmas, Polmas, dan Ketua BPD yang hadir tampak tersenyum melihat cara unik tersebut. Setelah diperiksa, berkas Rohani yang mendaftar sebagai calon kedua dinyatakan lengkap.
Tradisi membawa dulang tembolak beak biasanya digunakan dalam acara adat Sasak untuk membawa bekel atau seserahan. Namun kali ini dimanfaatkan sebagai simbol kesungguhan dan penghormatan terhadap proses demokrasi desa.
Rohani mengatakan, penggunaan dulang merupakan ide dari relawan sebagai bentuk pelestarian tradisi lokal.
"Ini merupakan penyemangat bagi kami. Dua dulang itu bukan sekadar tempat berkas, tapi simbol harapan agar niat kami melanjutkan pembangunan desa diberkahi," ujarnya.
Ia mendaftar untuk periode ketiga dengan harapan dapat melanjutkan program yang sudah berjalan dan menyelesaikan pembangunan yang belum tersentuh sepenuhnya. (RS/acip)


