Daftar Isi [Tampil]

Kepala Lapas Kelas IIB Selong, Sudirman, SH.
Lombok Timur - radarselaparang.com || Kepala Lapas Kelas IIB Selong, Sudirman, menegaskan tidak ada perlakuan istimewa bagi warga binaan di lapas yang dipimpinnya. Penegasan itu disampaikan menyusul mencuatnya kasus di Lapas Kelas I Cibinong yang menjadi sorotan nasional. 

Sudirman menyebut jumlah warga binaan Lapas Selong saat ini mencapai 516 orang. Seluruhnya diperlakukan sama tanpa pengecualian, baik tahanan kasus korupsi, narkoba, maupun pidana umum.

"Tidak ada kamar khusus atau fasilitas berlebih di Lapas Selong. Semua warga binaan menempati kamar dengan kondisi yang sama, menggunakan matras yang sama, tanpa kipas angin maupun fasilitas mewah lainnya," tegas Sudirman. Kamis (1/10/2026).

Pihaknya juga mempersilakan wartawan untuk mengecek langsung kondisi kamar hunian guna memastikan tidak ada perbedaan perlakuan.

Ia menekankan, Lapas Selong selalu berpegang pada aturan yang berlaku. Pembinaan pun diberikan secara merata. Jika satu orang diwajibkan mengaji, maka seluruh warga binaan wajib mengaji. Jika satu orang dimasukkan ke kamar disiplin, maka diberlakukan sama bagi yang lain.

"Pendekatan pembinaan di Lapas Selong lebih mengedepankan sisi kemanusiaan. Para warga binaan disebut sebagai santri binaan untuk memberikan motivasi dan memanusiakan mereka," ungkap Sudirman.

Pendekatan itu diklaim berhasil. Saat ini seluruh kegiatan pembinaan kepribadian, terutama pembinaan keagamaan, diikuti dengan antusias dan sudah menjadi kebutuhan bagi warga binaan.

Dukungan terhadap program pemberantasan buta huruf hijaiyah juga terus mengalir. Terakhir, Dandim 1615 Lombk Timur memberikan bantuan 100 Alquran dan 74 iqro untuk mendukung pembinaan di dalam lapas.

Hasilnya, saat ini Lapas Selong dinyatakan zero buta huruf hijaiyah. Capaian itu diperkuat dengan terbentuknya LPQ At Taubah Lapas Selong yang telah mengantongi izin resmi dari Kementerian Agama Lombok Timur, sehingga pembinaan keagamaan berjalan lebih intensif.

"Harapan besar kami, mereka kembali ke keluarga bisa bermanfaat bagi lingkungan dan tidak kembali lagi ke sini," tutup Sudirman. (RS/toni)