Daftar Isi [Tampil]

Penyaluran air bersih oleh BAZNAS Lombok Timur, Polres dan Kodim 1616
LOMBOK TIMUR - radarselaparang.com || Antrean ember, jeriken, dan galon memenuhi jalan dusun di Sakra Timur, Kamis (5/11/2026). Warga yang sudah berminggu-minggu kesulitan air akhirnya bisa bernapas lega setelah 10 tangki air bersih tiba di kampung mereka.

BAZNAS Lombok Timur (Lotim) bersama Kodim 1615 Lombok Timur, Polres Lombok Timur, dan PDAM Lombok Timur bahu-membahu menyalurkan air bersih untuk 300 kepala keluarga di Dusun Lekong Desa Lepak Timur serta Dusun Monjet dan Dusun Leda Desa Surabaya. Penyaluran dimulai pukul 10.00 Wita hingga sore hari.

Di tengah terik kemarau panjang, kehadiran tangki air itu disambut haru warga. Bagi mereka, setetes air bukan sekadar pelepas dahaga, melainkan harapan untuk bisa memasak, mandi, dan mencuci.

Kapolres Lombok Timur AKBP Ariakta Gagah Nugraha yang turun langsung ke lokasi menegaskan, Polri tidak boleh hanya hadir saat ada gangguan keamanan. Saat warga kesulitan air, Polri harus ada di barisan terdepan untuk membantu.

"Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Saat warga kesulitan air, kami harus turun bersama-sama," ujar AKBP Ariakta Gagah Nugraha.

Dandim 1615 Lombok Timur Letkol Inf Hadiansyah menambahkan, sinergi adalah kunci menghadapi kekeringan. Ia memastikan prajuritnya siap bergerak ke titik-titik paling membutuhkan selama kemarau masih berlangsung.

"Kami siap bersinergi dan bergerak bersama. Tidak ada masyarakat yang boleh dibiarkan kesulitan air sendiri," tegas Letkol Inf Hadiansyah.

Ketua BAZNAS Lombok Timur H Muhammad Kamli menyebut bantuan ini adalah amanah muzakki yang harus sampai kepada yang berhak. Ia memastikan BAZNAS tidak akan berhenti di Sakra Timur saja.

"Ini adalah wujud nyata zakat, infak, dan sedekah untuk meringankan beban masyarakat. Selama masih ada warga yang kesulitan air, BAZNAS akan terus bergerak bersama TNI, Polri, dan PDAM," kata H Muhammad Kamli.

Kehadiran empat lembaga dalam satu aksi ini menjadi bukti, gotong royong masih hidup di Lombok Timur. Dan di tengah kekeringan, gotong royong itulah yang menjadi sumber air kehidupan bagi warga Sakra Timur. (RS)